Jakarta (ANTARA) – Penjualan logam timah Arsari Tambang (AT) mencapai 5.342 ton sepanjang tahun 2022, demikian disampaikan Chief Executive Officer (CEO) perusahaan, Aryo Djojohadikusumo.
“PT Mitra Stania Bemban tengah mempersiapkan kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk penyusunan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya),” ujar Aryo dalam keterangannya pada Rabu.
AT membawahi sejumlah perusahaan pertambangan timah, yakni PT Mitra Stania Prima (MSP), PT Mitra Stania Kemingking (MSK), PT Mitra Stania Bemban (MSB), dan PT AEGA Prima.
Aryo merinci bahwa produksi timah PT MSP pada tahun lalu mencapai 3.359 ton, sementara PT MSK mencatatkan total produksi sebesar 1.023 ton, dan PT AEGA Prima sebesar 960 ton.
Aryo menyampaikan bahwa pada tahun ini perusahaan optimistis produksi timah akan kembali meningkat meskipun terdapat ancaman resesi ekonomi global.
“Anak perusahaan lainnya juga terus melanjutkan program eksplorasi untuk meningkatkan sumber daya dan cadangan guna keberlanjutan usaha Arsari Tambang serta memberikan devisa bagi negara,” ujarnya.
Indonesia telah lama dikenal sebagai salah satu produsen timah utama di dunia. Sebagian besar cadangan sumber daya mineral tersebut berada di Kepulauan Bangka Belitung yang dapat disebut sebagai wilayah penghasil timah terbesar di Indonesia.
Wilayah Bangkinang di Provinsi Riau merupakan produsen utama timah lainnya. Selain itu, sebuah desa di Kepulauan Riau juga menjadi penghasil timah terbesar di Indonesia. Desa tersebut bernama Dabo yang terletak di Pulau Singkep.
Wilayah tersebut juga merupakan kawasan yang memiliki cadangan timah yang melimpah. Mengutip data Fitch Solutions, Indonesia tercatat sebagai produsen pertambangan timah terbesar kedua di dunia setelah China.
Pada 2021, produksi komoditas timah Indonesia mencapai 83 ribu ton. Angka tersebut setara dengan 26 persen dari total produksi pertambangan timah dunia.
Sementara itu, berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), cadangan timah Indonesia diperkirakan mencapai 800 ribu ton pada 2021.
Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan cadangan timah terbesar kedua di dunia setelah China.
Source: https://en.antaranews.com/news/276327/arsari-tambangs-tin-metal-sales-reached-5342-tons-in-2022





