JAKARTA – PT Mitra Stania Prima (MSP), salah satu perusahaan timah yang tergabung dalam Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI), menyatakan dukungannya terhadap sikap AETI dalam mendorong hilirisasi timah secara bertahap.
Direktur Antar Lembaga PT MSP, Harwendro Adityo Dewanto, mengatakan pemerintah perlu mengambil sejumlah langkah terhadap produsen timah agar hilirisasi dapat terealisasi sesuai rencana. PT MSP merupakan anak perusahaan Arsari Tambang yang berlokasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Kami berpandangan bahwa pemerintah perlu memberikan waktu yang cukup bagi ingot timah murni (tin ingot) agar transisi hilirisasi dapat berjalan dengan baik, sehingga meminimalkan ‘ancaman’ yang mungkin terjadi,” ujar pria yang akrab disapa Didit tersebut dalam keterangannya, Selasa (11/10).
“Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian terhadap profitabilitas hilirisasi, mengingat konsumsi timah dalam negeri masih kecil dan sejumlah produk hilir juga memiliki masa kedaluwarsa, seperti tin paste dan tin chemical,” tambahnya.
Didit berharap kegiatan ekspor ingot timah tetap dapat berjalan sesuai dengan peraturan pemerintah yang telah berlaku hingga terbentuknya pasar permintaan dalam negeri yang mampu menyerap produksi nasional.
“Kami juga berharap ke depan pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang mendorong strategi hilirisasi mineral, melalui pemberian insentif kepada pelaku usaha, baik dalam bentuk fiskal, keuangan, infrastruktur, dan lainnya,” harapnya.
Selain itu, Didit mengatakan impor solder dan produk timah lainnya sebaiknya dihentikan ketika hilirisasi dilakukan guna memaksimalkan penyerapan timah dalam negeri.
Menurutnya, apabila hilirisasi timah ingin dilakukan, maka tin chemical memiliki potensi besar sebagai sumber penerimaan negara di masa depan. Oleh karena itu, Didit menilai pemerintah perlu membuat regulasi yang mendukung proses tersebut agar dapat dilaksanakan oleh perusahaan dalam negeri.
“Jika memberikan nilai tambah bagi negara, mungkin yang dapat kita kembangkan ke depan adalah tin chemical. Kemudian, jika hal tersebut diterapkan dan kita ingin melakukan hilirisasi, tentu perlu disediakan fasilitas investasi, infrastruktur lahan, tax holiday, kemudahan pendanaan, dan lainnya,” jelasnya.
Tin chemical merupakan produk turunan logam timah yang dicampur dengan bahan kimia untuk produksi plastik, PVC, dan sejenisnya.
Sumber : https://voi.id/en/economy/217321/mitra-stania-prima-supports-stagged-tim-downstream





