Pewarta: Rochmat Shobirin | Editor: Wahyu Nurdiyanto
TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jakarta – PT Mitra Stania Prima (MSP), perusahaan di bawah Arsari Tambang, mencatatkan produksi logam timah sebesar 3.093 ton sepanjang 2021. Chief Executive Officer (CEO) Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo, mengatakan bahwa penjualan bersih perusahaan pada 2021 meningkat seiring dengan kenaikan harga komoditas tersebut.
“Penjualan bersih meningkat sebesar 74 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat kenaikan harga komoditas timah dunia,” ujar Aryo di Jakarta, Minggu (1/5/2022).
Menurutnya, penjualan logam timah perusahaan dilakukan melalui bursa timah di Jakarta Future Exchange dengan tujuan ekspor yang didominasi oleh Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.
Aryo menyampaikan bahwa kegiatan penambangan dilakukan di Blok Mapur, Desa Cit, Kabupaten Bangka, serta Blok Kepuh dan Blok Penyak di Kabupaten Bangka Tengah.
“Kegiatan eksplorasi MSP pada 2021 dilakukan di area seluas 234 hektare dan telah melakukan pengeboran sepanjang 27.774 meter di 979 titik,” ujar Aryo.
Arsari Tambang memiliki beberapa anak perusahaan pertambangan, antara lain PT Mitra Stania Prima, PT Mitra Stania Kemingking, dan PT Mitra Stania Bemban yang bergerak di sektor timah dan berlokasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
PT Mitra Stania Prima (MSP) merupakan perusahaan timah terintegrasi yang beroperasi di Bangka, Indonesia. Kegiatan MSP meliputi eksplorasi, eksploitasi, penambangan, pengolahan, peleburan (smelting), pemurnian, penjualan, serta ekspor timah.
Selain itu, sebagai bagian dari masyarakat Bangka, MSP juga terlibat dalam berbagai program pengembangan masyarakat. PT MSP merupakan induk perusahaan dari PT Mitra Stania Kemingking (MSK) dan PT Mitra Stania Bemban (MSB). (*)
Sumber





